Lebih Dekat Mengenal Sunnah (2)

kaligrafi-nabi-320x200Macam-Macam Sunnah

Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan, sunnah terdiri dari tiga macam:

1. Sunah Qauliyah, yaitu segala yang diucapkan Nabi SAW dalam situasi dan kondisi yang berbeda.

2. Sunnah Fi’liyah, yaitu segala perbuatan yang telah diinformasikan oleh para sahabat tentang perbuatan Nabi Muhammad Saw dalam segala urusan ibadah ataupun yang lainnya. Seperti bagaimana tata cara shalat, haji, dan sebagainya yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW.

3. Sunnah Taqririyah, yaitu segala perbuatan sahabat atau peristiwa yang terjadi di hadapan Rasulullah SAW atau terjadi pada masa hidup beliau, namun perbuatan itu tidak dilarang atau dingkari beliau.

 

Kedudukan Sunnah

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an Al-Karim kepada Rasulullah SAW sebagai petunjuk dan pedoman hidup manusia di dunia ini. Di samping menyampaikan Al-Qur’an Al-Karim kepada shahabatnya, Rasulullah SAW juga memiliki tugas sebagai penerang dan penjelas Al-Qur’an Al-Karim, merinci hukum yang bersifat global dan seterusnya.

Allah SWT berfirman:

 

“وَأَنْزَلْنَآ إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ”

“Dan Kami turunkan kepadamu ِAl-Dzikr (Al- Qur’an), agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan”. (QS. An-Nahl: 44).

Rasulullah SAW bersabda :

“أَلاَ إِنِّيْ أُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ”

“Ketahuilah, sesungguhnya telah diturunkan kepadaku Al-Qur’an dan bersamanya pula sesuatu yang serupa dengannya (yaitu sunnah)” (HR. Ahmad).

 

Kaum Muslimin sangat membutuhkan penjelasan Rasulullah Saw dalam memahami isi Al-Qur’an secara benar. Tidak mungkin Al-Qur’an dapat dipahami secara benar kecuali harus kembali kepada Sunnah Nabawiyyah. Dari sini pula kaum Muslimin sejak dulu –kecuali kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam—bersepakat, bahwa Sunnah Rasulullah SAW berupa ucapan, perbuatan, dan ketetapannya adalah salah satu sumber syari’at Islam (As-Sunnah wamakanatuha fittasyri’ al-Islami, Dr. Musthafa as-Siba’i, hlm. 343).

Pada masa generasi shahabat yang merupakan “generasi Qur’ani yang unik” –demikian Asy-Syahid Sayyid Qutb menyebutnya– kaum Muslimin ber-talaqqi Al-Qur’an Al-Karim langsung dari Rasulullah SAW. Para sahabat itu orang-orang yang paling dekat dengan Nabi SAW. Di jagat raya ini mereka adalah manusia yang paling mengetahui betul isi dan maksud Al-Qur’an dan Sunnah setelah Rasulullah SAW, walaupun ada beberapa perbedaan di antara mereka dalam memahami nash Al-Qur’an dan Sunnah. Mereka, ketika mendapatkan satu ayat, kemudian mendapat kesulitan dalam memahaminya dan mengamalkannya, langsung mendatangi Rasulullah SAW untuk bertanya.

Suatu ketika turun ayat Al-Qur’an Al-Karim:

“الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْآ إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ”.

“Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampur keimanannya dengan kezhaliman, mereka akan mendapatkan keamanan dan mereka itulah orang-orang yang yang mendapatkan petunjuk” (QS. Al-An’am : 82).

 

Para sahabat merasakan betapa beratnya melaksanakan ayat ini karena tidak mungkin mereka bisa terhindar dari belaku zhalim, baik zhalim terhadap dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekitarnya. Lalu Rasulullah SAW menjelaskan, yang dimaksud dengan kata zhalim pada ayat tersebut adalah “berlaku syirik dalam beribadah kepada Allah SWT”, seraya membacakan ayat

“إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ”

“Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang amat besar” (QS. Luqman : 13).

 

Setelah itu, barulah mereka mengetahui bahwa yang dimaksud dengan zhalim dalam ayat ini adalah berlaku syirik dalam beribadah kepada Allah SWT.

Dengan demikian, seorang Muslim tidak bisa mengamalkan ajaran Islam dengan benar apabila dia meninggalkan Sunnah Nabawiyyah. Celakanya, ada orang atau kelompok yang mengaku beragama Islam, tapi mereka mengikari Sunnah Nabawiyyah atau yang lebih dikenal dengan sebutan –Ingkar As-Sunnah.

cropped-th.jpegUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

54 − 48 =