Adakah Sosok Penghafal Al-Quran yang Supersibuk?

TaufikHamim – Adakah Sosok Penghafal Al-Quran yang Supersibuk?

Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum wr.wbMudah2an ALLAH MEMUDAHKAN URUSAN ANTUM. Ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Banyak sekali buku tentang tips bagaimana menghafal al quran dan sejenisnya. Namun diantara yang sudah tersebar, saya belum menemukan sosok penghafal yang baru sadar untuk mulai menghafal al quran ketika usia sudah tidak lagi muda, bukan hanya usia namun aktivitas yang begitu padat ditambah lagi urusan keluarga yang menyita waktu dan tenaga. Yang ada hanya sosok-sosok hafidz yang berhasil menghafal ketika di pesantren dan lembaga sejenisnya, ketika usia masih fresh-freshnya dan tentu saja belum berkeluarga. Bagi kami, wajar jika mereka bisa menghafal alquran, namun bagi kami sangat sulit menduplikasikan kesukesan mereka karena kondisi yang jauh berbeda.Bukankah untuk meraih kesuksesan akan sebuah cita2, kita harus mengikuti langkah orang2 yang sudah sukses lebih awal. Untuk itu kami mohon kepada ustadz, untuk menceritakan atau membagi informasi kepada kami mengenai orang2 yang sibuk,sudah berkeluarga tapi diberikan kesempatan menghafal Alquran. Terima kasih

Wassalam
Anto

Jawaban: Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Subhanallah, saya doakan semoga Allah SWT memudahkan segala urusan bapak, terutama tekad bapak yang mulai tumbuh dalam menggapai cita-cita seperti para ‘senoir’ Bapak yang telah hafal Al-Qur’an.

Saya ingin mengajak Bapak untuk bersama-sama merenungi Firman Allah SWT dalam surat Al-Qamar, surat ke-54 ayat 17, 22, 32 dan 40.
“Sungguh telah kami mudahkan Al-Qur’an itu untuk diingat, maka apakah ada orang yang mengambil pelajaran?”.

Di sini secara jelas Allah SWT menjamin bahwa belajar dan menghafal Al-Qur’an adalah pekerjaan yang sangat mudah. Ayat ini berulangan sampai empat kali, ini adalah sebagai penegasan dari Allah SWT bahwa Al-Qur’an mudah dipelajari, difahami, dihafal bahkan Al-Qur’an mudah diamalkan.

Memang selama ini banyak saudara-saudara kita yang berhasil mengahafal Al-Qur’an sampai 30 juz, kebanyakan dari mereka melakukan aktifitas menghafalnya di pesantren Tahfizh Al-Qur’an, umur masih muda, tidak disibuki dengan urusan keluarga. Singkat kata, mereka berkonsentrasi penuh di sebuah tempat khusus menghafal Al-Qur’an.
Memang sekarang ini anggapan kita bahwa menghafal Al-Qur’an hanya bisa di lakukan di pesantren Tahfizh Al-Qur’an dan lembaga sejenisnya, yah ini tidak bisa dipungkiri. Tapi Alhamdulillah kemudahan menghafal Al-Qur’an ternya Allah SWT berikan kepada banyak saudara-saudara kita yang selama ini barangkali tidak banyak kita ketahui. Alhamdulillah walupun memiliki kesibukan yang tidak sedikit namun banyak saudara-saudara kita mampu untuk menghafal Al-Qur’an bahkan diantara mereka telah selesai 30 juz.

Super sibuk bisa menghafal Al-Quran

Saya ingin bercerita sedikit tentang sebagian orang yang selama ini saya ketahui
disibuki oleh keluarga, pekerjaan dan aktifitas lainnya bahkan umur juga sudah tidak lagi muda, namun mereka bisa melakukan apa yang dilakukan oleh para pengahafal Al-Quran di pesantren. Insya Allah, kisah orang-orang mulia berikut ini akan dapat memberikan inspirasi dan semangat baru bagi kita yang selama ini menghadapi kesulitan dalam melestarikan kitabullah, terutama dalam bentuk hafalan :

Pertama :

Sebut saja Fatimah (bukan nama sebenarnya), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Condet Bale Kambang Jakarta Timur ini, yang sejak lama sadar akan mulianya menghafal Al-Qur’an ini, mulai menjalankan aktifitas belajar tahsin tilawah (memperbaiki bacaan Al-Qur’an) di sebuah lembaga Al-Quran (pulang pergi, tidak mondok dan kegiatan belajar dan mengajarnya tidak setiap hari). Saat ini umur sang ibu tidak lebih dari 56 tahun. sejak 5 tahunan lalu beliau mulai mempelajari tahsin tilawah dengan bimbingan seorang guru tahfizh Al-Qur’an, setelah mendapatkan lampu hijau dari sang pembimbing, mulailah dia menghafal Al-Qur’an. Sebagai seorang ibu rumah tangga tentunya ibu Fatimah ini banyak disibuki oleh pekerjaan rumah secara rutin setiap hari. Namun atas izin Allah SWT,setelah lima tahun beliau berjuang untuk menghafalkan Al-Qur’an, akhirnya berhasil menghatamkan hafalan Al-Qur’an seluruhnya, 30 juz.. Tentu ini semua tidak mudah dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki tekad yang kuat dalam mencapai cita-citanya untuk menghafal Al-Quran.

Apalagi dengan memiliki 1001 alasan yang telah dikantonginya untuk tidak bisa menyisihkan dan mengkhususkan waktu untuk belajar dan mengafal Al-Qur’an.

Kedua :

Bu Maryam Ramayani, ibu rumah tangga asal Sumatra Barat kini telah tiga tahun lalu telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz.. Beliau mulai menghafal Al-Quran pada umur 33 tahun. Alhamdulillah, dengan bimbingan seorang Ustadz yang hafal Al-Quran 30 juz, ibu dari dua orang anak ini mampu mengikuti jejak para penghafal Al-Quran. Di samping sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurusi suami dan kedua anaknya, senin sampai jumat beliau juga terlibat aktif dalam perkuliahan di sebuah

Sekolah Tinggi Islam di bilangan Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Selain aktif dalam kegiatan dakwah, sang ibu saat menghafal Al-Quran juga aktif mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak di Komplek DPR RI Kali Bata Jakarta Selatan. Karena dengan mengajarkan Al-Quran sambil menghafal akan terasa lebih mudah dan banyak keberkahan, sehingga atas pertolongan Allah SWT dalam waktu yang cukup singkat sekitar 3,5 tahun untuk ukuran orang sibuk, alhamdulillah Ibu Maryam mampu menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz.. Salah satu upaya yang telah dijalankan dalam menghafal Al-Quran di sela-sela kesibukannya, beliau menghafalkan dengan bantuan Mushaf Al-Quran terjemahan; karena dengan bantuan terjemahan ini akan memberikan pemahaman akan ayat atau surat yang akan dihafal dan juga lebih mudah untuk selalu diingat.

Ketiga :

Pak Amir (bukan nama sebenarnya, sosok ini tidak mau disebutkan namanya) 43 tahun, Kebetulan dia tetangga saya di jatimakmur Pondok Gede Bekasi. Sejak tahun 90an beliau mulai menghafal Al-Qur’an surat-surat pendek kemudian dilanjutkan dengan surat-surat yang agak panjang. Bapak dari 9 anak bekerja sabagai peneliti di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) kini telah menghafal Al-Qur’an tidak kurang dari 9 juz. Beliau memiliki konsistensi yang baik, komitmen dengan waktu dalam menghafal Al-Qur’an walaupun dengan kesibukannya yang tidak sedikit. Sebagai seorang aktifis dakwah beliau tidak lupa membekali dirinya dengan bekal ilmu agama, diantara dengan menghafal Al-Qur’an. Tidak lepas dari diri beliau sebuah mushaf mini yang selalu ada di saku bajunya, sehingga bila ada waktu luang maka tidak dilewatkan begitu saja melainkan diisinya dengan kegiatan menghafal Al-Qur’an.

Bila dalam perjalanan, seringkali beliau menggunakan walkman untuk selalu mendegarkan murottal Al-Qur’an. Karena dengan banyak mendengarkan murottal Al-Quran, pasti proses menghafal akan terasa lebih mudah. Memang untuk menghafalkan Al-Qur’an ini beliau agak ‘memaksakan’ dirinya, karena kalau tidak mana bisa orang sesibuk beliau yang sedang menyelesaikan program S3nya di Institut Pertanian Bogor (IPB) memiliki hafalan yang tidak sedikit ini mampu sekian banyak juz dalam Al-Quran. Terlebih beliau harus selalu mendidik anak-anaknya yang yang jumlahnya hampir selusin. Anak pertama beliau yang kini telah bergelar sarjana S1 di IPB sejak lama telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz. Anak ke-2, 3, 4 dan ke-5 sudah hafal mulai dari 3 juz sampai 20 juz lebih. Jadi sepertinya bapak yang rambutnya sudah mulai memutih ini ingin sekali anak-anaknya menjadi para penghafal Al-Quran, sehingga tercipta sebuah rumah yang berpenghuni para penghafal Al-Quran, oh alangkah indahnya.

Tidak bisa menghafal tapi mampu membantu menghafal

Alhamdulillah, sejak 3 tahun silam saya dan kawan-kawan mendapatkan amanah mulia dan juga beban yang begitu besar dalam pengelolaan sebuah lembaga yang mengurusi anak-anak dan pelajar untuk menghafal Al-Quran 30 juz. Saat ini ada sekitar tujuh puluhan santri sedang aktif dalam kegiatan menghafal Al-Quran di lembaga ini yang kami beri nama Lembaga Pendidikan Tahfizhul Quran (LPTQ) AL-UMM yang berada di bawah naungan Yayasan Istiqomah bina Umat, yang berkantor pusat di Jatimakmur Pondok Gede Bekasi.

Santri kami yang berjumlah 70an ini tersebar di beberapa wilayah di Jakarta Utara dan Bekasi. Kami menggunakan istilah Cluster untuk setiap wilayah yang terdapat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) santri. Alhamdulillah sampai saat ini 8 orang ustadz yang terlibat dalam KBM semuanya hafal Al-Quran 30 juz. KBM di LPTQ AL-UMM hanya tiga hari dalam satu pekan, atau 10 jam. Santri tetap tinggal bersama keluarga di rumah dan tidak mondok.

Alhamdulillah ada salah seorang santri kami yang baru bergabung 1 tahun sudah mampu menghafal 10 juz, dan santri lainnyatelah hafal antara 3 sampai 8 juz. Pendidikan di LPTQ AL-UMM gratis 100 % dan berbeasiswa 100 ribu setiap bulannya untuk mereka yang mencapai target 1/2 juz per-bulan. Dari mana sumber dananya?, di sini Allah SWT menggerakan tangan manusia-manusia mulia untuk menyisihkan sebagian rizki mereka untuk sebuah cita-cita mulia ini. Lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke www.al-umm.net

Juga sejak Februari 2008 lalu saya dan kawan-kawan para penghafal Al-Quran telah mendirikan sebuah Lembaga untuk mendukung pembinaan para guru Al-Quran, yang salah satu programnya adalah mengajarkan masyarakat baca tulis Al-Quran, menghafal bahkan sampai pada tingkat mampu mengajarkankan tafsir Al-Quran sehingga ke depan mampu pula untuk mengamalkannya.

Alhadulillah kini telah bergabung bersama Lembaga kami yang baru ini, yang kami beri nama MUNTADA AHLIL QURAN (THE QURANIC QOMMUNITY FORUM) sekitar 30 Ustadz dan ustadzah penghafal Al-Quran, 15 di antara mereka hafal 30 juz, dan 5 orang telah memiliki sanad sampai ke Rasulullah SAW.

Ada banyak kawan-kawan saya yang ingin sekali menghafal Al-Quran namun karena banyak kesibukan dan lain sebagainya, akhirnya di antara mereka ada yang mengatakan walau saya tidak mampu menghafalkan Al-Quran, tetapi saya bisa membantu ustadz dalam hal pendanaan, alhamdulillah sampai saat ini berjalan lancar. kawan yang lain yang juga tidak mampu terlibat dalam menghafalkan Al-Quran, tetapi dengan ikhlasnya mereka dapat membantu kami dalam pengadaan komputer, pembuatan web site dan lain sebagainya. Mudah-mudahan awal bula November 2008 nanti web site MUNTADA AHLIL QURAN (THE QURANIC QOMMUNITY FORUM) : www.muntadaquran.net, sudah bisa diakses.

Oleh karenanya kami mengajak saudara-saudara semua, khususnya para pengunjung www.warnaislam.com, dan kaum muslimin para pencinta Al-Quran pada umumnya untuk berinvestasi amal shalih melalui MUNTADA AHLIL QURAN (Komunitas Penghafal Al-Quran) . Walaupun kita tidak mampu menghafalkan Al-Quran, tetapi kita mampu menbantu mewujudkan cita-cita mulia ini, semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita semua dan menerima semua amal ibadah kita dan menjadikannya sebagai pemberat amal shalih kita di akhirat kelak dan akhirnya kita dimasukkan ke dalam surga-Nya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin

Wallahu a’lam bish-shawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

th kecilUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note:

* Artikel di atas adalah hasil konsultasi tahun 2008-an, semoga masih bermanfaat

** Ingin berkonsultasi silahkan klik menu Konsultasi.

*** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 8 =