Apa hukum arisan?

arisanTaufik Hamim – Apa hukum arisan?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum ustadz..

1. Apa hukum arisan?

2. dan apa hukumnya kalau sudah ada kesepakatan jika akan memberi sekian  persen/sekian rupuiah dari uang arisan kepada orang yang mengurusi arisan tersebut?

nb : orang yang mengurusi arisan tersebut adalah orang yang mengatur
tentang admnistrasi arisan dan dia juga yang menyimpan uang arisan ini. jazakumullah..

Jawaban:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara penanya dan Netters eramuslim yang dirahmatai Allah SWT, ada banyak cara untuk menjalin kekeluarga atau mempererat pertemanan dan persahabatan, diantaranya dengan diadakannya arisan yang cukup dikenal dan akrab di masayarakat kita. Tidak ada larangan alias boleh ikutan dalam perkumpulan arisan, karena dalam Islam kita mengenal hukum asal dalam bermu’amalah adalah boleh. Namun hendaknya peserta yang ikut dalam arisan ini adalah orang-orang jujur dan memiliki komitmen akan ikut sampai tuntas, sehingga tidak merugikan anggota peserta arisan lainnya. Atau bila dia tidak mampu melanjutkan dia bisa mengalihkannya kepada orang lain yang siap menggantikan dan meneruskan posisinya.

Dalama arisan juga ada nilai tolong menolong sesama peserta yang ikut arisan, selain itu arisan juga sebagai sarana dan upaya untuk belajar menabung. Banyak kita dapati motivasi dalam arisan tidak semata mendapatkan giliran mendapatkan jatah dan haknya dari simpanan tersebut, namun juga untuk menjalin hubungan persaudaraan atau kekeluargaan yang lebih erat.

Bisa bernilai ibadah

Suatu pekerjaan yang mubah bila diniatkan untuk mengundang perbuatan baik insya Allah bisa bernilai ibadah. Diantaranya bisa saling tolong menolong, menjalin silaturrahim dan ukhuwah sesama anggota yang ikut dalam arisan. Apalagi bila saat berkumpul ada tausiyah dan nasihat agama yang disampaikan dan sebagai sarana pengajaran ilmu agama, maka akan bertambah nilai pahala di sisi Allah, karena di dalamnya ada ayat Quran yang dibacakan dan masihat yang disampaikan.

Sebaliknya saat berkumpul harus dihindari perbuatan dan ucapan yang mengandung dan mengundang dosa seperti mengguniing kejelekan orang (ghibah), berdusta dan perbuatan dosa lainnya.

Dana pemberian

Boleh dan sah-sah saja memberikan upah kepada orang yang selama ini mengurusi berjalannya arisan dan bertanggung jawab menyimpan uang arisan yang terkumpul tersebut. Bahkan ini sebagai kebaikan kolektif para anggota atau peserta arisan tersebut kepada orang yang selama ini menjaga amanah, walau pun dia termasuk salah satu peserta arisan. Jumlah atau nilai pemberiannya sesuai kesepakatan dari semua anggota yang ikutan dalam arisan tersebut.

Demikian yang bisa kami uraikan, semoga kita mampu untuk berusaha agar dalam setiap aktifitas kita selalu bisa bernilai ibadah, atau minimal mudah dan tidak mengundang dosa . Wallahu a’lam bishshawab.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

th kecilUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 − = 20