Bersama al Qur’an di penghujung tahun… (2-habis)

TaufikHamim – Bersama al Qur’an di penghujung tahun… (2-habis)

Dear all,

menyambung cerita saya yang lalu…

Saat bertemu dengan ustadz di Brussel, saya sempat menanyakan Metode Mutiara Qur’ani. Apakah metode ini? Sekedar informasi… Metode ini adalah salah satu metode cara membaca Al Qur’an, seperti metode IQRA’, Qiro’ati, Al Barqi, Tilawati, dan lain sebagainya, yang sudah kita kenal. Metode ini disusun oleh Ust. Arifin Hamim, Al Hafizh (beliau adalah kakak dari Ust. Taufik Hamim) dan digunakan di yayasan Muntada. Metode ini digunakan untuk membaca Qur’an versi Mushaf Madinah (Rosm Utsmani).

Mengapa saya tertarik? Hmm…sebenernya saya ingin memakai metode ini untuk memperbaiki bacaan Al Qur’an saya. Selain itu, saya juga melihat antusiasme muslim di sini untuk belajar Al Qur’an. Siapa tahu saya bisa menjadi “penyambung lidah”…hehe. Apalagi saya juga punya sedikit basic pengajar TPA…hehe. Dan sekarang pun sedang mendampingi beberapa ibu2 dan anak2 Maroko yg ingin belajar mengaji, dan membantu jg di TPA Hasselt (komunitas beberapa muslim Indo di hasselt, yang anak-anaknya pada diajarin ngaji). Intinya karena saya cinta Al Qur’an lah dan ingin bisa membantu diri saya dan org lain untuk “mengapresiasikan” cinta ini, khususnya dengan membaca AL Qur’an yg baik dan benar.

Sayang sekali, karena keterbatasan waktu Ustadz selama di Brussel, beliau tidak bisa menjelaskan panjang lebar. Akan tetapi, kabar gembiranya, beliau menginformasikan akan ada “Training for Trainer” alias Dauroh Metode Mutiara Qur’ani (MQ) untuk pengajar TPA di SGB, Utrecht, Belanda, beberapa hari mendatang. Alhamdulillah saya kenal dengan beberapa pengajarnya… Sepulang dari acara di Brussel ini, langsung saya mengontak mereka. Alhamdulillah…gayung bersambut, kami dipersilakan untuk ikut acara ini. Bahkan ada teman yang menyediakan tempat penginapannya, karena acara ini sendiri dilaksanakan selama 2 hari. Kalau sudah rejeki mah… emang ga bakal kemana :-)).

Alhamdulillah, tgl 29 Desember, hari Kamis jam enam pagi, sebelum subuh (iyaa… shubuhnya baru jm 06.45 CET..so, akan shubuh-an d kreta nih), kami keluar rumah. menuju halte bus, dengan tujuan stasiun Leuven. Karena beberapa saat menunggu di halte terdekat, bus yang kami tunggu belum juga muncul, kami memutuskan untuk berjalan (setengah berlari tepatnya…hehe) menuju halte yang lain yang pilihan busnya lebih banyak :-). Alhamdulillah tak perlu menunggu lama, saat kami sampai di halte Rijschoolstraat ada bus yang datang. Bus itu membawa kami ke stasiun. Op tijd! Saat sampai di stasiun, kulirik jam di HP, karena emang ga punya jam tangan…hehe, masih ada waktu skitar lima belas menit. Akhirnya kami berjalan santai menuju perron tempat kereta kami. Kami tidak langsung menuju Utrecht, Belanda. Kami memilih “mampir” sebentar di Brussel, dari sana kami bisa memiliih kereta arah ke Utrecht, meski nantinya harus ganti kereta lagi di Rotterdam.

Setelah total perjalanan sekitar 4 jam, sampailah kami di stasiun Utrecht Central. Alhamdulillah… Dari sini, kami masih harus naik bus. Alhamdulillah tidak sulit mencarinya. Sesampainya di halte bus yang dituju, kami mencari lokasi rumah teman kami, dimana pelatihan ini akan dilaksanakan, pada peta yang terpasang. Syukurlah tidak terlalu sulit menemukannya….

Lima belas menit sebelum jadwal di “undangan”, alhamdulillah kami sudah berada di lokasi. Sambutan hangat si tuan rumah serasa mampu menghilangkan penat setelah perjalanan selama hampir lima jam. Apalagi semangat untuk menimba ustadz yang sudah jauh-jauh datang dari Indonesia juga masih berkobar.

Satu per satu peserta berdatangan. Peserta yang berjumlah tak lebih dari 10 orang ini adalah semua pengajar (dan calon pengajar) TPA di SGB, sebuah yayasan yang bercita-cita mendirikan sebuah masjid dan Islamic center di Utrecht. Plus 2 orang stranger dari Belgia, aku dan suamiku.

Setelah sholat dhuhur berjama’ah dan makan siang, acara inti dimulai. Meski terlambat dari jadwal yang direncanakan, semoga keberkahannya tidak berkurang.

Acara diawali dengan perkenalan oleh setiap peserta dan sekaligus masing-masing menceritakan aktivitasnya masing-masing yang tidak jauh dari pengajaran Al Qur’an. Ada yang pernah mengikuti pelatihan metode Qira’ati, Iqra, BCM (Bermain Cerita dan menyanyi), dan ada juga yang belum pernah mengikuti pelatihan apapun. Kita juga diminta untuk memperdengarkan bacaan Al Qur’an kita, agar ustadz mengetahui kemampuan baca Qur’an kita.

Nah, kini tiba gilirannya ustadz memperkenalkan Metode MQ yang katanya sudah diperkenalkan tidak hanya di tanah air, tetapi juga di Australia dan US.
Secara umum, kalau boleh saya simpulkan metode ini :
1. menggunakan pedoman mushaf Madinah (rosm Utsmani) –> hal ini, menurut saya salah satu kelebihannya. karena mushaf ini berstandar, berbeda dg Qur’an cetakan Indo, beda penerbit terkadang terdapat perbedaan tanda baca (biasanya tanda waqaf yang berbeda) dan bentuk hurufnya juga.
2. Metode ini menggunakan 2 buku, yaitu buku dasar dan pedoman tajwid. Bukunya pun tipis.
3. Contoh kata-kata yang digunakan dalam bukunya diambil dari kosakata dalam Al Qur’an, begitu juga contoh-contoh kalimatnya. bahkan penulisannya mencontoh font Arab Qur’an mushaf madinah yang asli.
4. Metode ini cukup sederhana dan aplikatif, insya Allah kita akan cepat bisa.

Setelah itu, barulah kita membahas halaman per halaman. Sebagai calon guru, tentu kita harus lebih baik atau selangkah lebih maju lah dari murid-muridnya. Dengan pembahasan yang cukup lugas dan jelas dari ustadz, kami semua dapat mengikutinya dengan baik. Pelatihan di hari pertama ini diakhiri sampai waktu ashar saja, karena sebagian pesertanya ada yang harus berangkat kerja.

Beruntung sekali, setelah acara ditutup pun kami masih bisa berdialog dengan ustadz, menanyakan hal-hal yang bersifat detail tentang Cara membaca Al Qur’an yang baik dan benar.

Keesokan harinya, Jum’at, acara dimulai pukul 11 untuk melanjutkan pembahasan buku 1 MQ. Karena keterbatasan waktu Buku 2 tidak sempat terbahas, dan ustadz mempersilakan jika kita ingin membahas buku 2 nanti secara online. Setelah “maraton” plus diselingi sholat dan makan, alhamdulillah buku setebal 53 halaman ini selesai pula dibahas saat jam menunjukkan pukul lima sore. Selesai?? beluuum… masih ada lagi buku yang belum dibahas, yaitu buku “Jurus Jitu menghafal Al Qur’an”. Buku ini merupakan kumpulan tanya jawab atau konsultasi tahfidz diwww.warnaislam.com yang diasuh oleh Ust. Taufik Hamim. Subhanalloh, buku ini serasa mengupas tuntas pertanyaan-pertanyaanku seputar menghafal Al Qur’an, apalagi dilengkapi beberapa kisah penghafal Al Qur’an. Smangaaat…. Hmm, buat teman-teman yang penasaran dengan isi bukunya, sabar yach… Resensinya menyusul…^_^

Di hari terakhir di Belanda, hari Sabtu, saya menyempatkan menghadiri acara KIAT (Kajian Awal dan Akhir Tahun) tahun ini d SGB. Sekilas tentang acara KIAT, biasanya acara ini dilaksanakan dengan mabit (bermalam). Namun, tahun ini agak istimewa, panitia mendesain acara yang cukup cantik…”Parade Al Qur’an”. Penasaran acaranya seperti apa? Baca saja di liputannya ya… di sini . Subhanalloh, jadi disemangati sama adek-adek nih… Semoga semakin banyak terlahir generasi Qur’ani… Amien

Subhanalloh, akhir tahun yang cukup berkesan bagiku… Semoga barokah, dan semoga ini menjadi awalan untuk terus menghiasi hari-hari ke depan dengan Al Qur’an, dengan tilawah (membacanya dengan benar), tadabbur (menela’ahnya), hifzh (menghafalnya), Al ‘amalu bihi (mengamalkannya), dan mengajarkannya. (ellyromdliyana)

Note:

* Ingin berkonsultasi seilahkan klik menu Konsultasi.

** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 8 = 1