Kami Baru ‘Merasakan’ Ni’matnya Iman dan Islam di Negara Ini

islamTaufikHamimDalam perjalanan dakwah saya yang kedua kalinya ke negeri kangguru tahun 2013 lalu. Dakwah yang bertemakan seputar ‘Syariah dan Al-Quran’ tersebut berlangsung selama 1 pekan menjelang Ramadhan hingga Ramadhan full ke tiga kota besar, yaitu Perth di Australia Barat, Adelaide di Australia Selatan dan Darwin yang berdekatan dengan Indonesia.

Banyak hal yang saya ambil dari perjalan dakwah tersebut, namun di lain waktu insya Allah saya akan berbagi cerita seputar pelajaran dan pengalaman yang bisa kita ambil hikmahnya.

Di kota Adelaide Australia bagian Selatan, banyak bangunan tua tegak berdiri, mulai dari tempat ibadah,  perguruan tinggi hingga bangunan gereja yang memiliki menara dan kubbah seperti masjid dan beberapa gedung pemerintahan.

Bukan tentang bangunan-bangunan tua ini yang ingin kita ambil hikmah dan pelajarannya, namun ada kalimat yang saya dengar dari salah seorang jamaah yang mendampingi saya di Adelaide tersebut. “Ustadz, di Australia ini kami baru mengerti apa arti ucapan para ustadz atau ustadzah di tanah air yang sering kita dengar, “Alhamdulillah dengan rahmat-Nya kita masih diberikan ni’mat iman dan Islam, ni’mat sehat sehingga kita masih bisa hadir di majelis ini”. Begitu kira-kira kalimat yang dia ucapkan.

“Kalau ni’mat sehat kita telah merasakannya, namun ni’mat iman dan Islam inilah baru terasa sekali ketika kami tingga di negera yang Muslimnya minoritas, bukan saja karena kami minoritas, namun tidak sedikit dintara penduduk di sini sudah meninggalkan agamanya bahkan menjadi ateis, sudah tidak percaya lagi adanya Tuhan hingga mereka tidak memiliki visi hidup yang jelas dan kebanyak mereka berusaha mengakhiri dirinya dengan bunuh diri, menabrakkan kendarannya agar cepat mati dan lain sebagainya”.

Bersyukur kami masih diberikan kekuatan Iman dan Islam, walau pun jauh dari keluarga, kerabat dan mungkin bisa memantau langsung aktifitas keislaman kami. Karena juga tidak sedikit warga Muslim baik orang Indonesia atau pun Muslim dari Negara lainya yang mengikuti gaya hidup orang kafir di sini, bahkan na’dzu billah sampai meninggalkan ajaran agam Islam yang mulia.

Semoga saudara-saudara seiman kita diberiakan kekuatan Iman dalam menjalankan hidup di Negara yang Muslimnya minoritas. Amin. Allahu a’lam

th kecil

Ust. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: * Ingin berkonsultasi silahkan arahkan crusor anda ke menu Konsultasi. ** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

47 + = 53