Keluar Cairan dari Kemaluan Saat Bermesraan, Apa Wajib Mandi?

bersuciTaufikHamim – Keluar Cairan dari Kemaluan Saat Bermesraan, Apa Wajib Mandi?

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum ustadz,

Langsung saja ustadz, singkatnya begini, suami saya mengalami sakit menahun dan sepertinya suami saya sudah tidak mampu lagi memberikan kenikmatan dan kehangatan batin kepada saya. Maka untuk mengatasi masalah ini saya mengambil cara lain yang saya tempuh untuk mengatasi masalah seksual saya ini yaitu dengan cara masturbasi (dengan tangan atau lidah suami).

Pertanyaan saya adalah haruskah saya mandi junub, setiap selesai melakukannya (baik sendiri ataupun dengan bantuan suami)? –maaf, selama ini tidak pernah terjadi lagi pertemuan antara 2 kelamin antara saya dan suami, kecuali di luarnya saja — tapi memang, biasanya, bersamaan dengan rasa nikmat yang saya rasa, seringkalinya keluar cairan dari kemaluan saya. selama ini, kalau keluar cairannya, saya mandi …kalo tidak, saya tidak mandi. Semoga Allah ampuni ketidaktahuan saya… makanya saya bertanya, agar faham dan sholat saya sah ke depannya.

Demikian terimakasi atas jawaban ustadz, sekalian mohon doanya agar suami saya diberikan kesembuhan.

Wassalam

Hamba Allah

Jawaban:

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudariku, ibu yang dirahmati Allah SWT dan para netters di mana saja anda berada, kita doakan semoga Allah SWT memberikan kesembuhan untuk suami dari saudari kita ini dan diberikan kesabaran dalam merawat suami tercinta, semoga baik yang sakit dan yang merawatnya bernilai pahala di sisi Allah SWT, amin.

Mandi janabah (mandi wajib) adalah kewajiban bagi seorang laki-laki atau wanita karena hal-hal berikut, diantaranya:

Pertama: Setelah melakukan jima’ (senggama) baik sampai keluar mani tau pun tidak.

Kedua: Keluar mani dengan sengaja (onani/mastrubasi) dilakukan sendiri atau dengan bantuan pasangan suami isteri.

Ketiga: Mimpi yang menyebabkan keluarnya mani.

Selanjutnya yang perlu kita ketahui, ada beberapa cairan yang keluar dari kemaluan baik laki-laki ataupun wanita. Diantaranya adalah cairan yang keluar dari kemaluan laki-laki dan kemaluan wanita -selain darah haidh dan darah nifas yang bersumber dari rahim wanita ataupun darah istihadhah -, seperti air seni (air kencing), wadi, madzi, dan mani.

Selanjutnya yang perlu ibu ketahui lagi adalah :

Madzi adalah cairan berwarna putih bening yang keluar dari kemaluan laki-laki ataupun wanita karena ada syahwat dan keluarnya tanpa memuncrat, keluar karena melihat, memegang sesuatu, atau berhayal yang mengundang syahwat dan keluar tanpa memuncrat atau keluar sebagai mukaddimah berjima’. Madzi dihukumi najis, kemaluan harus dicuci (istinja’) dan bila mau shalat harus berwudhu dan pakaian yang terkena madzi harus dibersihkan. Keluarnya madzi tidak mewajibkan mandi.

Wadi adalah cairan putih pekat biasanya keluar setelah air kencing ataupun kelelahan. Ia juga dihukumi najis karena ia keluar bersama-sama­­ air kencing ataupun sesudahnya. Oleh sebab itu, ia dihukumi sama seperti air kencing.

Jadi bila keluarnya cairan dari kemaluan tidak dengan memuncrat maka itu mewajibkan mandi, dan itu adalah madzi seperti yang saya jelaskan di atas. Namun bila keluarnya dengan cara memuncrat maka berarti itu mani yang keluar dan wajib mandi janabah (mandi wajib)

Demikian semoga jawaban singkat ini memberikan pencerahan kepada kita semua dan bermanfaat khususnya bagi ibu yang bertanya. Allahu a’lam bishshwab

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

th kecilUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: * Ingin berkonsultasi silahkan arahkan crusor anda ke menu Konsultasi.

** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

90 − 84 =