Kiat Mengajar Anak Tahfizh dalam Target

hafizh cilikTaufikHamim – Kiat Mengajar Anak Tahfizh dalam Target

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga antum selalu istiqamah dan dalam lindungan Allah Taa’ala, saya mohon ustadz berkenan menjelaskan metode tahfizh kepada anak secara lebih detai lagi, apakah per hari harus hafal berapa ayat atau surat ini harus habis dalam berapa lama, jadi kita bisa lebih jelas lagi dalam prakteknya.

Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawabannya, saya sampaikan jazaakumullahu khairan katsiiran

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

rizal

Jawaban

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bapak Rizal yang dirahmati Allah SWT, mendidik anak sejak sejak dini adalah kewajiban kita sebagai orang tua; Karena anak adalah amanah yang Allah SWT bebankan kepada kita. Salah satunya adalah bagaimana kita mengajarkan Al-Quran kepada anak kita. Dalam hal ini kita ingin sekali anak kita dapat menghafal Al-Quran dan memulainya sedini mungkin.

Namun terkadang seorang ayah atau ibu karena belum terbiasa menghafal Al-Quran jadi agak ‘bingung’ bagaimana bisa meraih kemuliaan agar anaknya kelak bisa menghafal Al-Quran. Namun bagi orang tua yang memiliki kemampuan dan sudah terbiasa menghafal Al-Quran, maka insya Allah tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam membimbing sang buah hati tuk meraih cita-cita mulia yaitu dapat menghafal Al-Quran.

kita tau bahwa belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu dan belajar di usia lanjut bagaikan mengukir di atasa air. Kita juga tau bahwa anak kecil bagaikan kaset kosong siap diisi dan menerima apa saja, yang baik ataupun yang buruk dan itu akan terekam kuat dalam memorinya. Oleh karenanya orang tua harus berusaha seoptimal mungkin dalam memanfaatkan masa ini bagi anaknya agar waktu yang ada dapat dilalui dengan berbagai aktifitas positif dan bermanfaat bagi anak di masa mendatang.

Jangan tergesa-gesa.

Sebagai orang tua, ketika ingin memulai mengajarkan anak menghafal Al-Quran, usahakan jangan tergesa-gesa supaya anak cepat hafal ayat atau surat yang baru satu atau dua kali dia baca. Hafalan yang baik akan didapatkan dengan cara membaca berulang kali ayat-ayat atau surat yang akan kita hafal. Paling tidak, kita dapat membacakannya minimal tujuh kali. Setelah kita merasakan ayat-ayat yang baru saja kita bacakan tadi telah melekat di dalam memori anak kita, barulah boleh pindah ke ayat atau surat berikutnya.

Mungkin tidak sedikit anak yang sudah mandiri menghafal sendiri, saat sedang menghafal Al-Quran, setelah membaca dua sampai tiga kali ayat yang akan dihafalnya, dia merasa sudah menghafalnya. Setelah itu, ia pun mencoba pindah ke ayat berikutnya karena ingin segera menghafal ayat lain, padahal dia belum menghafalnya dengan baik. Maka di sini peran seorang guru Al-Quran, dalam hal ini orang tua yang mengajarkannya di rumah agar mengarahkannya dengan baik supaya jangan pindah ke ayat lain kecuali bila diyakini si anak benar-benar telah hafal.

Menghafal dengan tergesa-gesa sebenarnya tidak dapat dibenarkan dalam proses menghafal Al-Quran. Cara menghafal demikian tidak akan membuahkan hasil yang memuaskan. Menghafal sedikit-sedikit lebih baik daripada banyak tetapi terputus dan menghafal dengan tergesa-gesa akan mengakibatkan cepat lupa.

Menghafal Surat Pendek

Dalam membimbing dan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Quran, mulailah dari surat-surat pendek. Yaitu yang terdapat di dalam juz ‘amma atau juz 30. karena selain lebih mudah menjelaskan isi atau kandungan surat tersebut dalam bentuk cerita juga surat-surat pendek itu lebih sering dibaca, khususnya oleh imam shalat di masjid-masjid dan di mushalla-mushalla di sekitar rumah kita. Sehingga anak tidak akan menghadapi banyak kesulitan ketika menghafal nanti.

Buat target

Dalam menghafal Al-Quran, merencanakan target tertentu tidak bisa lepas dalam proses menghafal. Walaupun sebenarnya penentuan target hafalan adalah suatu hal yang sifatnya relative, karena setiap anak dalam menghafal memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Namun untuk memberikan kemudahan kepadanya dan agar lebih terarah memang harus ada perencanaan target tertentu. Maka dalam waktu sebulan hasilnya akan kelihatan berapa ayat atau surat yang akan dicapai oleh si anak. Dalam membuat target hafalan ayat atau surat yang akan dihafal usahakan jangan terlalu banyak, harus disesuaikan dengan kemampuan daya serap dan hafal si anak, sehingga anak akan merasakan bahwa menghafal Al-Quran itu mudah dan menyenangkan. Dan bila dinilai anak sudah mulai menyukai hafalan dan prestasinya bagus, maka bisa saja targetnya dinaikan. Mungkin yang tadinya ditargetkan dalam sepekan anak dapat menghafal setengah halaman misalnya, maka target itu bisa dinaikan menjadi satu halaman di bulan berikutnya.

Kalau kita ambil contoh dan pukul rata-rata bahwa setiap 1 juz Al-Quran itu berjumlah 10 lembar atau 20 halaman, maka untuk 30 juz Al-Quran berjumlah tidak kurang dari 600 halaman. Berarti bila anak dapat menghafal secara kontiniu setiap pekan satu halaman, maka dalam tempo satu tahun atau kurang lebih 48 pekan maka dia akan menghafal sebanyak 48 halaman atau sekitar 2,5 juz. Namun sekali lagi saya tegaskan bahwa dalam penentuan target hafalan adalah suatu hal yang bersifat relative dan setiap anak dalam menghafal memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Jadi bisa jadi dalam menghafal Al-Quran ada anak yang lebih cepat dari alokasi target yang baru saja kita sebutkan sebelumnya.

Apabila jawaban singkat ini masih kurang memuaskan silahkan untuk berkonsultasi langsung via chating dengan meng-add ID YM saya taufikhamim@yahoo.com

Semoga penjelasan singkat ini mampu memberikan pencerahan dan dapat membantu saudara penanya dan tentunya para pembaca setia konsultasi Tahfizh Al-Quran di situs taufikhamim.name dalam mendidik buah hati tercinta di rumah dalam menghafal Kalamullah. Amin ya Rabbal ‘alamin

 والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

th kecil

Ust. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: * Ingin berkonsultasi silahkan arahkan crusor anda ke menu Konsultasi.

** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 3 =