Mau Menghafal Al-Quran Tapi Tilawah Belum Fasih, Bisakah?

QURANKUTaufikHamim – Mau Menghafal Al-Quran Tapi Tilawah Belum Fasih, Bisakah?

Pertanyaan

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pak Ustadz yang dirahmati Allah SWT, bagaimana cara menghafal quran sementara saya kurang fasih dan hanya hafal beberapa surat saja?

lalu apakah pada awal hafalan harus menghafal juz amma terlebih dahulu?

lantas bagaimana cara agar saya cepat menghafal dan berapa tahun rata2 orang hafal quran itu?

mohon jawabannya

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

faishal farisy bin muhammad abu sujak

Jawaban

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah

kita sangat bersyukur sekali karena banyak kaum muslimin yang memiliki keinginan kuat untuk aktif dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an. Akan tetapi bagaimana apabila diantara mereka memiliki bacaan yang kurang baik atau tajwidnya masih berantakan? Atau cara pengucapan lafazh Al-Qur’an yang kurang fasih?

Kita harus bersyukur bisa tinggal di lingkungan dimana banyak ayat-ayat Al-Qur’an sering terdengar, sehingga kalau ada keinginan pada diri kita untuk menghafal; maka kita tidak akan banyak mengalami kesulitan. Mengapa demikian? Karena kalau telinga kita terbiasa mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an maka kemudahan yang akan kita lalui dalam menghafal Kitabullah ini.

Memang idealnya sebelum mulai menghafal Al-Qur’an, hendaknya kita memperbaiki bacaan kita terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Mudah saja, coba anda mendaftar ke sebuah Lembaga pendidikan Islam yang salah satu programnya adalah tahsin tilawah (memperbaiki bacaan) dan juga tahfizh (menghafal) Al-Qur’an.

Atau anda dapat membenahi bacaan Al-Qur’an-mu dengan merujuk kepada salah seorang guru Al-Quran yang memiliki kapasitas yang cukup. Ditambah dengan mendengarkan surat/ayat yang akan kamu hafal dengan suara salah seorang qari dari tape recorder, MP3, MP4, VCD player dan lain sebagainya.

Dengan demikian maka, sedikit banyak anda akan terhindar dari kesalahan dalam membaca dan menghafal; karena ketika anda menghafal suatu kata atau ayat dalam Al-Qur’an secara tidak benar; maka anda akan memiliki kesulitan dalam memperbaikinya di kemudian hari setelah hafalan itu sudah melekat di ingatan.

Untuk mulai menghafal Al-Qur’an tidak harus dimulai dari juz ‘Amma, yang penting kalau menurut anda juz ‘Amma, misalnya, yah boleh saja anda memulainya dari juz tersebut. Tapi memang saat ini kebanyakan para penghafal Al-Qur’an memulainya dari juz’ Amma, selain surat-usrat yang terdapat di juz ‘Amma sering kita dengar dari imam shalat juga kerena surat-surat dan ayat-ayat memang pendek-pendek jadi lebih mudah untuk kita hafal.

Sejauh ini, yang saya ketahui, banyak lembaga-lembaga tahfizh Al-Qur’an mengajarkan kepada para santrinya untuk mulai menghafal dari juz Amma (Juz 30), juz Tabarak (Juz 29), juz Qad Sami’Allah (Juz 28), dan juz Adz-Dzariyat (Juz 27). Nah setelah itu baru pindah ke juz satu dan demikian seterusnya sampai selesai 30 juz. Kemudian kalau anda ingin cepat hafal, tentunya banyak caranya, baca sebanyak mungkin ayat-ayat yang akan anda hafal, minimal tujuh kali.

Kalau anda sudah menghafalnya usahakan selalu di baca atau diulang-ulang. Usahakan mushaf Al-Qur’an selalu ada di sisi anda. Sekali lagi perbanyak pula mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari kaset, vcd, mp3 dan yang sejenisnya.

Yang terakhir, berapa lama biasa orang dapat menghafal Al-Qur’an? Jawabannya sebenarnya sangat relatif, ada yang mampu mengahafal cepat 30 juadalam tempo 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun atau 5 tahun atau mungkin lebih dari itu. Ini tergantung kepada tingkat kecerdasan dan porsi waktu yang disisihkan oleh orang yang ingin menghafalnya.

Tapi menurut hemat saya baiknya jangan terburu-buru. Yang penting bisa menghafal 30 juz. Misalkan dalam waktu 3-5 tahun, akan tatapi kualitas bacaan dan hafalannya ada jaminan mutu. Syukur kalau sampai paham isi Al-Qur’an selama 5 tahun tersebut.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu dan memotivasi anda dan juga kita semua yang memiliki azam yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an dimudahkan oleh Allah SWT dalam memelihara kitab suci-Nya. Kita harus yakin akan janji Allah SWT tersebut. Aamiin

Wallahul Musta’an

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

th kecilUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note:

* Ingin berkonsultasi seilahkan klik menu Konsultasi.

** Bila artikel ini anda anggap bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah + jangan lupa doakan penulis untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

37 − 28 =