Mendatangi saudara yang natalan, bolehkah?

pohon natalTaufikHamim – Mendatangi saudara yang natalan, bolehkah?

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb ,

Semoga ustadz selalu diberikan kesehatan agar dapat terus berdakwah. Ada 2 pertanyaan:

1. Saya ingin bertanya mengenai hukum datang ke rumah saudara atau keluarga yang merayakan natal.Wajibkah kita mempertahankan akidah dgn tidak dtg ke rumahnya.

2. dan kebetulan saya seorang mualaf,bagaimana hukumnya mengantarkan adik kandung kita yang masih beragama nasrani ke gereja karena diminta orang tua untuk mengantarkannya.

Wassalam

Sasongko

Jawaban:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara Sasongko yang dirahmati Allah SWT, terima kasih atas kunjungannya, dan terimakasih juga atas doanya semoga kami tetap istiqamah dalam menjalankan dakwah bil qalam ini. Kami juga berdoa semoga hidayah dan taufik dari Allah SWT senantiasa melekat hingga maut menjemput kita menghadap-Nya dalam keadaan husnul khatimah.

Islam dengan ajarannya yang mulia memerintahkan kita untuk senatiasa berbuat baik kepada kedua orang tua.

Allah SWT berfirman:

“وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا…”.

“Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak…”. (Q.S: Al-Isra’: 23)

Melaksanakan perintah keduanya bila perintah tersebut dalam ketaatan kepada Allah dan dalam hal mubah atau dibolehkan. Berbakti dan menghormati mereka walau pun berbeda agama tetap harus dijaga, sebatas tidak berkaitan dengan akidah. Bakti kepada kedua orang tua diantaranya dengan mengunjuginya dan merawatnya.

Namun untuk datang atau berkunjung  bisa dilakukan di luar perayaan yang berkaitan dengan agama mereka, seperti perayaan natal ini. Anda bisa mengunjungi saudara atau keluarga bahkan orang tua anda di luar hari atau dalam rangka perayaan  natal tersebut. Tentu anda harus menjelaskan dengan baik bahwa ini sudah berkaitan dengan masalah aqidah atau keyakinan, karena Islam melarang kita menghadiri perayaan hari raya agama lain.

Mengantar adik ke gereja

Mengantarkan adik ke gereja atau siapa pun untuk menghadiri kegiatan yang terdapat di dalamnya kemunkaran, kemusyrikan atau kekafiran haram hukumnya, karena ini sudah masuk dalam rangka saling tolong menolong dalam perbuatan dosa yang dilarang Islam.

Allah SWT berfirman:

“… وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان…”.

“…dan saling tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan…”. (QS. Al-Maidah: 2)

Kebetulan ini adalah adik anda dan apa lagi diminta orang tua, anda harus bisa menjelaskannya dengan baik dan tutur kata yang lembut, bahwa ini sudah masuk ruang aqidah, jadi tidak bisa dipenuhi. namun kalau untuk urusan lain, misalnya untuk kuliah dan sejenisnya ini diperbolehkan.

Tunjukan bakti kita kepada orang tua anda selagi tidak berbenturan dengan urusan aqidah dan menyalahi syariah. Jangan pernah bosan untuk berdoa dan mendakwahi mereka dengan cara yang baik agar mereka mendapatkan hidayah dan bisa ‘kembali’ ke pangkuan Islam.

Demikian semoga Allah SWT senantiasa meneguhkan iman kita hingga ajal menjemput dan memberikan hidayah dan taufiknya kepada orang-orang yang kita cintai, amin. Wallahul Musta’an

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

cropped-th.jpegUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

65 − = 64