Menghafal Al-Quran dan Menghindari Tempat Maksiat

قرآنTaufikHamim – Menghafal Al-Quran dan Menghindari Tempat Maksiat

Pertanyaan

Bagaimana suka menghafal Qur’an tapi tidak bisa menghindari diri dari maksiat?? pergaulan tidak islami.solusinya? syukron

Jawaban

Saudara Heri yang dirahmati Allah SWT, para penghafal Al-Quran adalah orang-orang yang memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah SWT. Oleh karenanya apabila seseorang telah menghafal Al-Quran maka pada hakikatnya dia termasuk salah seorang yang telah dipilih oleh Allah SWT. Oleh karenanya jangan sampai penghargaan mulia dari Allah SWT ini ternodai oleh perbuatan maksiat. Memang lingkungan di tempat kita berada, apakah di tempat kita bekerja, di tempat kita belajar atau kuliah, tepat tinggal kita, boleh dikatakan suasananya kurang atau bahkan tidak Islami (jauh dari nilai-nilai Islam).

Ada beberapa hal yang bisa kita usahakan agar kita mendapatkan suasana dan lingkungan yang relative baik, sehingga hati kita mampu menerima dan menikmati hidangan Al-Quran:

Hindari tempat maksiat

Menghindari tempat maksiat harus kita lakukan seoptimal mungkin, karena hati yang diselimuti oleh kemaksiatan dan juga disibukan dengan serbuan syahwat dunia tidak akan mendapatkan porsi cahaya Al-Qur’an. Kemaksiatan akan menjadi penghalang bagi kita dalam menghafal Al-Qur’an.

Barangsiapa diantara kita memiliki kesungguhan untuk menjauhi kemaksiatan, maka Allah SWT akan membukakan hati kita untuk selalu mengingat-Nya, membimbing kita dalam mentadabburi ayat-ayat kitab-Nya, memberikan kemudahan dalam menghafal dan mempelajarinya.

Bergaul dengan orang-orang shalih

Usahakan selalu bergaul dengan orang-orang shalih atau berusaha mencari teman-teman yang shalih, terutama perbanyak berinteraksi dengan para penghafal Al-Quran. Sehingga, apabila kita lalai, lupa atau khilaf, maka dengan penuh kasih sayang dan rasa persaudaraan dia akan mengingatkan kita untuk meninggalkan dan menghindari perbuatan yang tidak baik. Dengan bergaul bersama mereka maka semangat untuk beramal shalih dan menghafal Al-Quran pun akan terus bangkit. Kemudian, sedikit demi sedikit akan tercipta suasana yang baik dan lebih kondusif yang akan mendukung kita dalam menghafal Al-Quran.

Menjaga kualitas takwa

Dengan meningkatkan dan menjaga kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT, maka Dia akan banyak mengajari kepada kita apa yang kita tidak mengetahuinya sebelumnya, dengan ketakwaan ini Allah akan berikan jalan keluar kepada kita dari segala macam kesulitan

Ketakwaan inilah yang menjadi kunci utama mengapa banyak dari ulama kita terdahulu, dengan umur yang tidak terlalu tua namun mereka mewariskan begitu banyak karya, terutama dalam bentuk tulisan dan hingga kini sebagian besarnya tetap menjadi rujukan bagi ulama di masa kini.

Banyak berdoa

Allah SWT menyukai orang-orang yang selalu meminta kepada-Nya, dan akan murka kepada orang yang tidak mau meminta kepada-Nya. Oleh karenanya, siapapun kita, apalagi bagi orang yang akan menghafal Al-Quran jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah agar dia memudahkannnya dalam menghafal Al-Quran.
Allah SWT berfirman :

“وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَإِنِّيْ قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ”

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. Al-Baqarah : 186)

Mengkonsumsi yang halal

Salah satu penyebab doa kita diijabah (mengabulkan) oleh Allah SWT adalah kita selalu mengkonsumsi yang halal, baik makanan, minuman, pakaian atau apa saja dalam memenuhi kebutuhan kita. apabila kita terjebak dan selalu mengkonsumsi sesuatu  yang haram, maka bagaimana Allah SWT akan mengijabah doa dan permohonan kita?. Oleh karenanya, siapapun kita, apalagi bagi orang yang akan menghafal Al-Quran jangan sampai kita selalu bersentuhan dan mengkonsumsi sesuatu yang tidak halal.

Demikian, semoga dengan izin Allah SWT kita mampu menghidari tempat dan perbuatan maksiat, sehingga cahaya Al-Quran akan menembus sampai ke hati kita. Wallahu a’lam bishshsawab.

cropped-th.jpegUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

27 − 20 =