Safari Qur’ani Belanda bersama Ustadz Taufik Hamim (1)

safari quraniTaufik Hamim – Al-Quran menjadikan seseorang menjadi mulia, dengan cara mempelajari , memahami dan mengamalkan nilai – nilai Qurani sehingga nilai-nilai tersebut akan menjadi budaya di masyarakat. “Jika budaya Qurani sudah dijalankan di tengah masyarakat muslim, maka banyak hal positif yang selama ini ada di barat akan beralih menjadi milik umat Islam kembali, karena hakekatnya hal tersebut adalah milik umat Islam”, begitu pesan ustadz Taufik Hamim Lc., MA dalam acara training cara mengajarkan Al-Quran bagi calon guru TPA di Delft, Belanda dengan metode belajar mudah membaca Al-Quran “Mutiara Qurani”. Ustadz Hamim menjelaskan bagaimana cara mengajarkan metode ini dengan buku panduan Mutiara Qurani yang diikuti dengan sangat antusias oleh peserta.

Budaya masyarakat di Eropa yang serba permisif khususnya di Belanda merupakan tantangan bagi setiap orang tua muslim untuk menjaga agar anak-anaknya tidak larut dalam budaya tersebut. Al-Quran adalah solusi segala permasalahan kehidupan untuk memilah mana nilai yang bisa diambil dan mana yang harus dijauhi. Dengan mengenalkan Al-Quran sejak dini akan membangun kesadaran mereka akan pentingnya Al-Quran, sehingga hari-hari mereka senantiasa dalam naungan nilai-nilai Al-Quran yang luhur.

Bertolak dari hal tersebut dan juga seiring bertambah banyak anak – anak dari orang Indonesia baik yang bekerja dan menetap di Belanda atau pelajar yang membawa keluarga, perlu ada tempat untuk memperkenalkan Al-Quran pada anak-anak. Untuk itu masyarakat muslim Indonesia di Delft yang tergabung dalam Keluarga Muslim Delft (KMD) akan membentuk sentra belajar Al-Quran untuk anak-anak Indonesia di Delft dan sekitarnya.

Ustadz Taufik Hamim saat ini adalah ketua umum Yayasan Muntada Ahlil Quran (www.muntadaquran.net) yang merupakan komunitas penghafal Al-Quran dan juga memberikan konsultasi tentang cara menghafal Al-Quran dan permasalahan syariah. Dalam rangkaian acara selama di Belanda ini, beliau akan bertatap muka dengan warga muslim Indonesia di Belanda yang tergabung dalam komunitas muslim di beberapa kota di Belanda. Puncak acara kunjungan beliau di negeri Kincir Angin ini adalah menghadiri acara KIAT-Qurani (Kajian Intensif Akhir Tahun – Qurani) yang didalamnya akan diadakan parade hafalan Juz 30 bagi anak-anak usia maksimal 18 tahun yang akan diadakan di Gedung Serbaguna SGB (Stichting Generasi Baru), Utrecht. (delfindo)
(Sumber: Islamedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 8 = 1