Safari Qur’ani Belanda bersama Ustadz Taufik Hamim (2): Kajian Islam Akhir Tahun Qur’ani (KIAT-Qurani)

safari2Taufik Hamim – Tidak seperti biasanya, siang itu bertempat di Gedung Serbaguna Stichting Generasi Baru (SGB), jalan De Bazelstraat 31, 3555 CR, Utrecht terdengar suara anak – anak ramai berkumpul. Ditengah orang – orang di Belanda yang umumnya hendak merayakan tahun baru, di penghujung tahun 2011 (31/12/2011), mereka berkumpul untuk menunjukan kemampuan mereka menghafal Al-Quran dalam acara Kajian Islam Akhir Tahun Qurani (KIAT-Qurani) berupa Parade Hafalan Juz 30 yang diikuti oleh anak-anak mulai dari usia paling muda 5 tahun sampai 16 tahun. Lantunan ayat – ayat suci Al-Quran diperdengarkan secara bergantian oleh anak-anak tersebut yang sebagian besar telah lahir di Belanda. Acara seperti ini menambah besar harapan kaum muslimin di Belanda akan semakin berkembangnya dakwah Islam di Belanda melalui tangan – tangan mereka kelak.

Hadir dalam acara tersebut Ustadz Taufik Hamim Lc., MA. beliau salah satu penghafal Quran (hafidz) yang hadir disana sebagai puncak acara Safari Qurani beliau di Belanda. Dalam ceramahnya beliau mengingatkan betapa mulianya para penghafal Al-Quran yang dikutip dari satu hadist pada kisah jaman Rasulullah ketika syuhada yang gugur pada perang Uhud hendak dimakamkan, maka dikalangan sahabat bingung siapa yang akan akan didahulukan, kemudian Rasulullah mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, “Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat” (HR. Bukhari). Karenanya untuk menambah “tentara” pengawal Al-Quran beliau juga berpesan minimal satu orang di setiap keluarga menjadi penghafal Al-Quran.

Sebelumnya beliau juga bertatap muka dengan komunitas muslim Indonesia di beberapa kota di Belanda dan Belgia antara lain di Delft, Groningen, Wageningen, Brussel (Belgia), Nijmegen dan terakhir di Utrecht. Dalam kunjungan nya tersebut beliau selain mengangkat tema Qurani dalam setiap ceramahnya, juga mengajarkan metode cepat membaca Al-Quran metode “Mutiara Qurani” untuk para guru Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Di luar Indonesia, selain di Belanda metode ini juga telah diajarkan di beberapa negara di Asia, Australia dan Selandia Baru.

Dalam acara tersebut Ust. Agus Purwanto yang juga ketua TPA yang di kelola SGB berharap acara ini nantinya tidak hanya berupa parade hafalan, namun untuk tahun – tahun kedepan diharapkan akan di adakan lomba hafalan Al-Quran yang akan memotivasi generasi muda muslim di Belanda untuk senantiasa dekat dan senang menjadi penghafal Al-Quran. Dan juga program dalam 5 tahun kedepan di SGB akan dididirikan tempat hafalan Quran di Belanda yang akan dikoordinasikan secara intensif dengan Yayasan Muntada Ahlil Quran (www.muntadaquran.net) yang di asuh oleh Ustadz Taufik Hamim. (Delfindo)

(Sumber: Islamedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 2 =