Tips Menyambut Ramadhan Penuh Berkah

ramadhan okTaufikHamim Tidak lama lagi Ramadhan bulan penuh berkah akan menghampiri kita. Bagaimana kita menyambutnya? agar kita semua dapat meraih banyak keberkahan di bulan suci yang selalu dirindu. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam penyambutan Ramadhan, diantaranya:

Niat yang baik

Agar dalam beribadah di bulan Ramadhan nanti menjadi indah hendaknya kita semua menanamkan niat yang baik dan tekad yang kuat untuk menjadikan hari-hari  dan malam-malam Ramadhan nanti sebagai ajang untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah ta’ala dan menjadikannya sebagai momentum termahal untuk menambahkan segala amal baik dan ketaatan serta menjauhi segala keburukan yang selama ini sangat akrab bahkan melekat dengan diri kita.

Melakukan Taubat
Kenapa kita harus melakukan taubat? Bukankah taubat itu harus dilakukan setiap saat? Benar, kita harus salalu bertaubat kepada Allah karena kita tidak pernah lepas dari perbuatan dosa. Namun saat kita akan bertemu Ramadhan sebagai bulan di dalamnya penuh rahmat dan peluang amal shalih terbentang luas, sehinggga bagi orang yang selama ini gemar maksiat bagaimana dia bisa memanfaatkannya secara optimal bila belum mulai bertaubat? Karena segeralah bertaubat sebelum ajal yang tidak seorang pun tau kapan akan menjemputnya. Taubat harus dilakukan dengan tulus, benar dengan diiringi amal shalih dan bertekad kuat untuk tidak kembali melakukannya lagi.

Melatih Diri

Melatih dan membiasakan diri kita untuk melakukan perbuatan baik sebelum datangnya bulan Ramadhan, khususnya berpuasa, bersedekah, tilawah Al-Quran dan qiyamullail. akan terasa mudah dan ringan dalam melaksanakan segala amalan di bulan Ramadhan bila kita melatih dan membiasakan diri kita untuk melakukan amalan terutama yang bersinggungan langsung dengan ibadah di bulan Ramadhan nanti. karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallama dan juga para shabatanya senantiasa mempersiapkan diri dan membiasakan amalan tersebut sebelum bertemu langsung bulan yang selalu dirindukan ini.

Memahami Mulianya Waktu
Dalam Islam dikenal dengan mulainya waktu dan mulainya tempat saat seseorang Muslim melakukan ibadah. Dan diantara Kemuliaan waktu yang sebentar lagi akan menyapa kita adalah bulan suci Ramadhan. Di bulan ini ganjaran dan pahala akan dilipatgandakan. Hari-hari Ramadhan semuanya mulia, terutama saat dalam keadaan berpuasa dan menjelang berbuka, permohonan akan didengar dan doa kita akan diijabah. Karenanya jangan sampai Ramadhan yang menghampiri kita hanya setahun sekali akan berlalu tanpa ada peningkatan pada diri kita dalam beribadah kapada Allah.

Memahami Fiqh Shiyam
Agar semua jenis ibadah di bulan Ramadhan menjadi optimal, hendaknya kita menyiapkan diri dengan bekal pengetahuan tentang fiqh Shiyam, sehingga semua ritual ibadah yang kita lakukan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Allah ta’ala dan Rasul-Nya shallahu ‘alaihi wasallama dan tidak ada sedikit pun yang menyimpang. Bila dilakukan sesuai dengan baik dan benar maka kita akan mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala serta buah dari tujuan melaksanakan puasa yaitu menggapai predikat taqwa yang hanya diketahui oleh Allah ta’ala saja dapat kita peroleh.

Betapa banyak orang yang berpuasa namun sebenarnya dia tidak berpuasa karena banyak prilaku yang dapat menghilangkan pahala puasa bahkan membatalkan puasa itu sendiri. Di sisi lain tidak sedikit orang yang tidak boleh berpuasa karena ada udzur/halangan yang dibenarkan syariah namun dia melaksanakannya juga, bukan saja saja puasanya tidak diterima bahkan dia berdosa karena masih tetap berpuasa. Karenanya mari bekali diri kita masing-masing dengan pemahaman dan ilmu pengetahuan tentang fiqh shiyam atau fiqh Ramadhan secara umum sehingga Ramadhan kali ini lebih baik dan lebih bernilai dibanding dengan Ramadhan tahun-tahun lalu.

Lembaran Putih
Saat memasuki Ramadhan nanti akan terasa indah bila kita siapkan ‘lembaran’ putih lalu kita lekatkan pada diri kita saat bertemu tamu mulia yang hanya dijumpai 1 tahun sekali. Lembaran putih itu kita tujukan untuk:
•    Allah ta’ala, yaitu dengan cara bertaubat taubatan nasuha, taubat yang benar bukan taubat palsu, taubat yang menjadikan kita kecanduan dengan kebaikan dan ketaatan.
•    Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallama dengan cara mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya, melestarikan sunnahnya melalui praktik para shahabatnya yang mereka faham betul dengan sunnah Rasul muli, karena mereka hidup bersama Rasul akhir zaman ini Muhammad shallahu ‘alaihi wasallama
•    Kedua orang tua, kerabat, isteri, suami dan anak-anak untuk selalu meningkatkan perbuatan baik kepada mereka dan pererat silaturrahim.
•    Kepada masyarakat di sekitar kita untuk senantiasa menjadi teladan dan pribadi yang baik, shalih dan bermanfaat bagi mereka.
Semoga Ramadhan nanti benar-benar berbeda dari tahun-tahun lalu, semoga. Allah a’lam

bila menurut anda artikel ini bermanfaat silahkan dishare agar orang lain juga mengambil manfaat dan pelajaran, menunjukkan kebaikan kepada orang lain insya Allah pahala kita terus mengalir, amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 6 = 3