Urgensi Mempelajari Hukum Haji

kabah-fullMakna haji 

Asal kata haji adalah menyengaja.  Dalam kamus al-Mu’jamul wasith Kata haji berasal dari kataHajja yahujju hajjan atau hijjan yaitu menyengaja, hajjal baital haram : Menyengaja pergi ke baitil haram untuk beribadah.

Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima dan haji adalah menyengaja ke bailtil haram pada bulan-bulan haji (Asyhur ma’lumat) untuk menunaikan mahasik haji dan ibadah.

Adapun kata manasik adalah bentuk jamak dari mansak yang bermakna cara untuk melaksanakan ibadah.

Manasik haji adalah berbagai rangkaian ibadah haji.  Jadi dalam fikih Islam, ibadah haji adalah seorang Muslim atau Muslimah menyengaja untuk pergi ke kota Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan berbagai rangkaian manasik haji seperti thawaf dan sa’i lalu wuquf di padang Arafah, mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah dan rangkaian manasik haji lainnya.

Urgensi Mempelajari Hukum Haji

Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang yang mengaku dirinya beriman. Dalam Al-Quran Allah menjelaskan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.

”Niscaya Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberikan ilmu kepada mereka beberapa derajat”. (Q.S. Al-Mujadilah : 11 )

Rasulullah SAW bersabda :

“مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ، وَإِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ”.

“Barang siapa yang Allah inginkan baginya kebaikan maka Dia akan fakih (faham) dalam agamanya, dan ilmu itu hanya (bisa diperoleh) dengan belajar”.

“طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ”.

“Menuntut Ilmu adalah fardhu (wajib) atas setiap Muslim”.

Dengan memahami rangkai dan tata cara ibadah haji, maka kecil kemungkinan ibadah haji yang kita lakukan akan rusak atau batal, sehingga kita tidak perlu mengjulanginya di di musim haji berikutnya. Walaupun ada pembimbing haji, namun biasanya seorang pembimbing hanya memberikan pemahaman global kepada para jamaah.

Oleh karena itu bagus sekali bila setiap jamaah haji memiliki bekal ilmu tentang haji tersebut (selain bekal-bekal lainnya), sehingga saat melalui rangkaian manasik haji tidak terlalu mengandalkan orang lain.

cropped-th.jpegUst. H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA

Note: Bila artikel ini bermanfaat silahkan segera share agar anda juga mendapat aliran pahala yang takkan pernah henti insya Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

34 − = 27